1. ATM
Yang dimaksud pada
jenis kejahatan ini adalah dengan Cloning ATM seperti yang beberapa saat lalu
terjadi. Modusnya yaitu dengan cara skiming. Cara ini adalah dengan mencuri
data nasabah dengan cara mangcloning kartu ATM dengan alat skimer yanng
dipasang sebelumnya di atm, setelah itu pelaku mencoba beberapa kali kombinasi
pin kartu dengan dibantu oknum bank. Hal ini bisa dihindari dengan cara
memperhatikan betul-betul kondisi pada saat bertransaksi apakah aman atau
tidak, dan sesering mungkin mengecek setiap mutasi pada rekening tabungan anda.
Apabila ada hal yang mencurigakan segera laporkan pada pihak bank terkait untuk
segera dilakukan pemblokiran.
2. Telemarketing kredit
Pada kejahatan
jenis ini hampir semua orang yang mempunyai rek pinjaman di bank pastinya
mengalami. Memang tidak semua telemarketing bersifat kejahatan. Namun apabila
diperhatikan betul2, pada beberapa telemarketing melakukan hal-hal yang diluar
kewajaran. Yaitu dengan cara meminta copy kartu kredit secara lengkap. Padahal
dengan memberikan copy kartu kredit secara utuh (nama, nomor kartu, dan kode
CVV 3 digit dibelakang kartu) baik secara fisik maupun lisan, hal itu sangat
beresiko. Karena pelaku telemarketing bisa memakai pembelanjaan melalui online
juga dengan data-data tersebut. Maka disini perlu dipahami bahwa jangan sekali
sekali memberikan data informasi secara lengkap apabila dihubungi telemarketing
melalui telepon seluler.
3. Telepon
darurat
Telepon yang
bersifat darurat sangat sering terjadi beberapa saat yang lalu dengan berbagai
macam modus (walaupun sekarang masih dilakukan oleh pelaku kejahatan pemula) diantaranya:
mengabarkan kerabat kecelakaan dan meminta transfer sejumlah dana untuk
pertolongan pertama, mengabarkan kerabat terlibat kejahatan yang sudah ditangkap
pihak kepolisian dan meminta transfer sejumlah uang supaya kasusnya tidak
dilanjutkan ke proses penyidikan, dengan mengabarkan yang bersangkutan
mendapatkan hadiah dan diminta membayar pajak hadiah melalui transfer. Hal ini
perlu disikapi dengan bijaksana apabila hal tersebut terjadi pada kita yaitu
dengan cara ‘TENANG’. Dengan perasaan yang tenang akan lebih menghindarkan kita
pada hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Sms
berhadiah
Pada modus ini
tidak jauh berbeda dengan point yang ketiga, namun yang membedakan pada modus
ini pelaku lebih cenderung pelit=efisien=efektif. Karena mereka hanya melakukan
dengan cara sms, dengan cara itu sekali menuliskan sms bisa publish ke berbagai
nomer telepon dan hanya menunggu beberapa saat respon yang masuk. Namun yang
lebih menggelikan tetapi lebih kreatif, mereka berusaha membuktikan dengan
menggunakan cara website. Yang bisa dipastikan hal tersebut penipuan adalah
biasanya web yang bersangkutan berupa web gratisan, yang mudah dibuat. Tidak
jauh berbeda juga ujung-ujung pelaku berharap calon korban mempercayai sms dan
situs internetnya sehingga menghubungi pelaku dan meminta sejumlah uang sebagai
pajak undian. Maka berhati-hatilah........
5. Carding
Pada modus yang
satu ini termasuk dalam modus yang lumayan canggih, karena pelaku betul-betul
mengandalkan kemampuan otak dan sedikit uang receh untuk bayar warnet. Nah
modus ini biasanya diawali dengan pencurian data base sebuah toko. Hal ini
hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar-benar mengerti sistem internet.
Bisa dibayangkan dalam satu database sebuah toko terdapat ratusan data
pelanggan, dan dengan satu data pelanggan tersebut bisa dibuat puluhan data
turunan. Dan pelaku jenis ini biasanya tidak membidik mangsa di indonesia baik
mencuri data maupun pembelanjaannya. Tetapi mereka lebih sering melakukan
diluar negeri karena selain limit yang tinggi, belanja diluar negeri relatif
lebih aman. Kenapa relatif lebih aman ? karena tentunya data yang tercopy di toko
adalah pemilik kartu dan data shiping order juga data luar negeri. Nah yang
jadi pertanyaan bagaimana mereka bisa mendapatkan barang, sedangkan alamat di
luar negeri. Ternyata dalam etika cargo (pengiriman barang) yang tidak
diketahui orang awam bahwa kode negara bukan mutlak tertera nama negara tetapi
kode negara. Artinya walapun di alamat pengiriman tertera tulisan amerika,
australia atau hongkong tetapi apabila kode negara tertera ‘id’ dan kode pos
tertera ‘kodepos indonesia’, pasti barang akan terkirim ke indonesia.
6. Jual
beli online
Pada modus yang
terakhir ini sangat sering terjadi di sekitar kita. Pihak yang dirugikan bukan
hanya pembeli tetapi penjualpun bisa menjadi korban. Maka yang perlu
digarisbawahi dalam modus ini adalah waspada terhadap setiap transaksi yang
akan dilakukan (seperti pada artikel saya tentang Tips Belanja Online Nyaman dan Aman )
Akhirnya sebagai kesimpulan,
semoga tulisan ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk
bertransaksi atau mengirimkan/mentransfer sejumlah uang kepada orang yang belum
kita kenal agar kita terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Semoga
bermanfaat...







0 komentar:
Posting Komentar