Rabu, 09 April 2014

KEJAHATAN DUNIA MAYA YANG SERING TERJADI


Beberapa jenis kejahatan dunia maya yang sering terjadi di sekitar kita :
1.      ATM
Yang dimaksud pada jenis kejahatan ini adalah dengan Cloning ATM seperti yang beberapa saat lalu terjadi. Modusnya yaitu dengan cara skiming. Cara ini adalah dengan mencuri data nasabah dengan cara mangcloning kartu ATM dengan alat skimer yanng dipasang sebelumnya di atm, setelah itu pelaku mencoba beberapa kali kombinasi pin kartu dengan dibantu oknum bank. Hal ini bisa dihindari dengan cara memperhatikan betul-betul kondisi pada saat bertransaksi apakah aman atau tidak, dan sesering mungkin mengecek setiap mutasi pada rekening tabungan anda. Apabila ada hal yang mencurigakan segera laporkan pada pihak bank terkait untuk segera dilakukan pemblokiran.
2.      Telemarketing kredit
Pada kejahatan jenis ini hampir semua orang yang mempunyai rek pinjaman di bank pastinya mengalami. Memang tidak semua telemarketing bersifat kejahatan. Namun apabila diperhatikan betul2, pada beberapa telemarketing melakukan hal-hal yang diluar kewajaran. Yaitu dengan cara meminta copy kartu kredit secara lengkap. Padahal dengan memberikan copy kartu kredit secara utuh (nama, nomor kartu, dan kode CVV 3 digit dibelakang kartu) baik secara fisik maupun lisan, hal itu sangat beresiko. Karena pelaku telemarketing bisa memakai pembelanjaan melalui online juga dengan data-data tersebut. Maka disini perlu dipahami bahwa jangan sekali sekali memberikan data informasi secara lengkap apabila dihubungi telemarketing melalui telepon seluler.
3.      Telepon darurat
Telepon yang bersifat darurat sangat sering terjadi beberapa saat yang lalu dengan berbagai macam modus (walaupun sekarang masih dilakukan oleh pelaku kejahatan pemula) diantaranya: mengabarkan kerabat kecelakaan dan meminta transfer sejumlah dana untuk pertolongan pertama, mengabarkan kerabat terlibat kejahatan yang sudah ditangkap pihak kepolisian dan meminta transfer sejumlah uang supaya kasusnya tidak dilanjutkan ke proses penyidikan, dengan mengabarkan yang bersangkutan mendapatkan hadiah dan diminta membayar pajak hadiah melalui transfer. Hal ini perlu disikapi dengan bijaksana apabila hal tersebut terjadi pada kita yaitu dengan cara ‘TENANG’. Dengan perasaan yang tenang akan lebih menghindarkan kita pada hal-hal yang tidak diinginkan.
4.      Sms berhadiah
Pada modus ini tidak jauh berbeda dengan point yang ketiga, namun yang membedakan pada modus ini pelaku lebih cenderung pelit=efisien=efektif. Karena mereka hanya melakukan dengan cara sms, dengan cara itu sekali menuliskan sms bisa publish ke berbagai nomer telepon dan hanya menunggu beberapa saat respon yang masuk. Namun yang lebih menggelikan tetapi lebih kreatif, mereka berusaha membuktikan dengan menggunakan cara website. Yang bisa dipastikan hal tersebut penipuan adalah biasanya web yang bersangkutan berupa web gratisan, yang mudah dibuat. Tidak jauh berbeda juga ujung-ujung pelaku berharap calon korban mempercayai sms dan situs internetnya sehingga menghubungi pelaku dan meminta sejumlah uang sebagai pajak undian. Maka berhati-hatilah........
5.      Carding
Pada modus yang satu ini termasuk dalam modus yang lumayan canggih, karena pelaku betul-betul mengandalkan kemampuan otak dan sedikit uang receh untuk bayar warnet. Nah modus ini biasanya diawali dengan pencurian data base sebuah toko. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar-benar mengerti sistem internet. Bisa dibayangkan dalam satu database sebuah toko terdapat ratusan data pelanggan, dan dengan satu data pelanggan tersebut bisa dibuat puluhan data turunan. Dan pelaku jenis ini biasanya tidak membidik mangsa di indonesia baik mencuri data maupun pembelanjaannya. Tetapi mereka lebih sering melakukan diluar negeri karena selain limit yang tinggi, belanja diluar negeri relatif lebih aman. Kenapa relatif lebih aman ? karena tentunya data yang tercopy di toko adalah pemilik kartu dan data shiping order juga data luar negeri. Nah yang jadi pertanyaan bagaimana mereka bisa mendapatkan barang, sedangkan alamat di luar negeri. Ternyata dalam etika cargo (pengiriman barang) yang tidak diketahui orang awam bahwa kode negara bukan mutlak tertera nama negara tetapi kode negara. Artinya walapun di alamat pengiriman tertera tulisan amerika, australia atau hongkong tetapi apabila kode negara tertera ‘id’ dan kode pos tertera ‘kodepos indonesia’, pasti barang akan terkirim ke indonesia.
6.      Jual beli online
Pada modus yang terakhir ini sangat sering terjadi di sekitar kita. Pihak yang dirugikan bukan hanya pembeli tetapi penjualpun bisa menjadi korban. Maka yang perlu digarisbawahi dalam modus ini adalah waspada terhadap setiap transaksi yang akan dilakukan (seperti pada artikel saya tentang Tips Belanja Online Nyaman dan Aman )
Akhirnya sebagai kesimpulan, semoga tulisan ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum memutuskan untuk bertransaksi atau mengirimkan/mentransfer sejumlah uang kepada orang yang belum kita kenal agar kita terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat...

0 komentar:

Posting Komentar